04 November 2010

Cantikku

Papa, am I ugly?
Why did you say that, honey?
All my friends at school don’t like me. Maybe they think I’m ugly.
Did they say that?
No, Papa…
See…. Because, you’re not, my dear.
Or maybe they just think I’m too fat?
Did they say that?
Papa, they never say any bad things to me. But they just don’t want to be my friend. Don’t you get it, Pa?” Nicole segera meninggalkan meja makan menuju kamarnya. Membanting pintu cukup keras.

Nicole baru pindah ke sekolah internasional di Singapura awal tahun ini. Sesaat setelah perayaan ulang tahunnya yang ke enam belas. Berat memang bagi Nicole meninggalkan teman-temannya di Surabaya, tetapi pilihan yang diberikan orang tuanya lebih berat lagi. Pindah sekolah bersama dengan kepindahan tugas ayahnya merambah pasar baru, atau tinggal di rumah sendiri tanpa pembantu dengan uang kiriman pas-pasan. Nicole belum bisa menjalani hidup secara mandiri seperti itu. Dia masih banyak bergantung pada orang tuanya.

Sudah lima bulan Nicole di sekolah baru. Dalam bayangan, Nicole akan senang karena bakalan berkawan dengan teman-teman berlatar belakang budaya yang berbeda. Harapannya, dia bisa belajar banyak bahasa dan budaya. Akan tetapi, ternyata teman-temannya tidak memberikan kesempatan itu. Entah, Nicole juga tidak habis pikir, apakah karena dia murid baru, atau karena dia orang Indonesia?

“Mama, ada apa dengan Nicole?”
“Saya juga tidak tahu. Akhir-akhir ini dia lebih banyak diam.”
“Sudah tidak pernah cerita-cerita ke mama lagi?”
“Hanya seminggu saja, sejak kita pindah ke sini, Pa.”
“Mama sudah coba hubungi sekolah Nicole, dan bicara dengan guru kelasnya?”
“Sudah Pa, Mrs. Catherine memaklumi keadaan ini untuk murid baru.”
“Tapi ini sudah lima bulan Ma..”
“Itu juga sudah Mama sampaikan ke Mrs. Catherine. Dia hanya minta kita bersabar saja. Sementara dia akan maksimalkan perannya di sekolah.”
“Mama harus pantau Nicole lebih lagi, dan sering-sering berdiskusi dengan Mrs. Catherine…”
“Itu sudah menjadi tugas Mama, Papa..”
“Papa hanya khawatir, Ma..”
“Khawatir kenapa, Pa?”
“Nicole tidak dapat diterima di lingkungannya, termasuk gurunya.”
“Maksud Papa?”
“Karena kita orang Indonesia…..”

***

Pemirsa, kondisi di perbatasan Indonesia – Malaysia saat ini semakin memanas. Setelah kemarin 7 nelayan Malaysia ditangkap oleh pemerintah Indonesia karena diduga melanggar batas wilayah. Sekarang sedikitnya ada 15 nelayan Indonesia yang dinyatakan hilang. Disinyalir telah ditangkap pemerintah dirja Malaysia karena melanggar batas-batas wilayah. Saat ini kami mencoba menghubungi rekan kami yang berada di Malaysia untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Sebentar lagi kita akan terhubung dengan Muhammad Malik, wartawan senior yang berada di Malaysia.

Mohon maaf pemirsa, saat ini wartawan kami masih dalam proses negosiasi dengan pemerintah diraja Malaysia. Kami akan selalu update informasi terbaru mengenai ditangkapnya 15 nelayan Indonesia oleh pemerintah diraja Malaysia. Tetaplah bersama kami.


***

Oke class, tomorrow we will discuss about bilateral relations. So, each of you has to explain your country and how bilateral relations with Singapore go until present. Enough for today, and see you tomorrow class…

Nicole semakin terbebani dengan tugas yang diberikan Mrs. Catherine. Hanya dia satu-satunya orang Indonesia di dalam kelas. Meskipun banyak orang Malaysia dia kelas, yang juga rumpun melayu, tetapi di Singapura mereka memandangnya berbeda. Indonesia dipandang jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia. Apalagi dibandingkan dengan Singapura dan Negara-negara Eropa dan Amerika. Indonesia tidak sebanding dengan mereka. Karena itulah Nicole merasa kecil di hadapan mereka. Dan terasing.

Nicole hanya menghela nafas panjang. Bayangan akan dipandang rendah oleh teman-teman sekelasnya sudah mengganggunya. Pikirannya dipenuhi bayang-bayang itu saja. Semakin berat saja beban yang harus dia tanggung.

Dengan malas, Nicole masukkan buku-buku ke dalam tasnya.

Nicole… “ Suara lembut itu membuyarkan lamunan Nicole.
Yes…” Nicole mencoba menata diri
Do I disturb you?
No… not at all.
I’m Javelyn, anyway.” Javelyn menjulurkan tangannya
Nicole…. How do you know my name?” Nicole menyambut tawaran salam hangat Jevelyn.
You’re the new student, right? Is there any other new student whitin 5 months? It’s not difficult to remember one name, even you had bad introduction 5 months ago.” Jevelyn tersenyum ke arah Nicole, dan membantunya merapikan buku.
Sorry, I just felt everyone’s here couldn’t accept me.
Whoho… wait a second…. What are you talking about?
Are they like me?
Who?
Students here
Why don’t you ask them?
They don’t care about me
So, do you care about them?
I just want to have some friends here
Have you asked them?
No…” Nicole memelankan suara dan menundukkan kepalanya. Bangkit dari duduknya.
Do you mind if I accompany you?"
Please…” Nicole pun merasa senang dengan kehadiran Jevelyn. Mereka bercerita banyak sepanjang perjalanan pulang.

***

“Baiklah rekan-rekan, kita mulai saja meeting kali ini. Bagian penjualan, pak Yohanes silahkan sampaikan laporannya.”
“Penjualan untuk bulan ini cenderung menurun Pak. Sampai pada angka 10%, jika kita tidak segera ambil tindakan, mungkin bulan-bulan berikutnya akan semakin parah.”
“Kenapa sampai sebesar itu penurunannya?”
“Kita mungkin kalah bersaing dengan produk China pak.”
“Mungkin? Adakah jawaban lain, yang bisa segera mungkin kita ambil tindakan?”
“Pak, mungkin ini bisa membantu?”
“Saya tidak ingin kemungkinan disini… mengerti? Yang saya inginkan informasi yang tepat.”
“Pak, jika kita lihat perkembangan penjualan sejak dibukanya pasar di Singapura, ada tren yang perlu kita cermati.”
“Oke, silahkan lanjutkan. Yang lain, mohon diperhatikan dan kita akan diskusikan ini.”
“Penjualan dari bulan pertama sampai bulan ke empat tren nya meningkat dengan kenaikan rata-rata 3%”
“Namun kenapa kenapa penjualan di bulan kelima menurun?”
“Itu yang menjadi focus kita Pak.”
“So…”
“Kita coba kumpulkan beberapa informasi dan kabar yang beredar dalam kurun waktu tiga bulan ini. Dan ada beberapa hal yang kita prediksi sebagai penyebab penurunan penjualan kita.”
“Oke, apa itu?”
“Isu terosis yang beredar di Indonesia.”
“Apa hubungan antara isu teroris dengan penjualan terasi super?”
“Pak,ini Singapura…”
“Yang bilang ini Ngagel siapa?”
“Maksud saya, penduduk Singapura jauh lebih maju dibandingkan Indonesia, secara intelektual.”
“Saya masih tidak paham dimana hubungannya?”
“Ketika isu-isu teroris terus dimunculkan, yang ada dalam pikiran mereka: Indonesia adalah Negara teroris. Jika seperti itu, bagaimana perasaan orang Singapura ketika menggunakan produk dari Indonesia? Mereka akan berpikir dua kali. Karena mereka benci teroris. Karena mereka tidak ingin menjadi seperti teroris. Karena………”
“Ada yang lain selain teroris?”
“Pak, saya belum selesai menyampaikan analisa tentang teroris.”
“Cukup, bagi saya tidak masuk akal.”
“Kalau saya menilai serangan produk China mempengaruhi penjualan kita pak. Jika Bapak perhatikan di hampir semua mall dan supermarket, akan banyak Bapak temui produk-produk China. Mulai dari elektronik sampai gelang rambut. Semunya produk China.”
“Apakah China juga menghasilkan trasi super?”
“Tidak pak.”
“Apakah mereka menggantikan kebutuhan trasi super dengan barang2 dari China?”
“Tidak juga pak.”
“Adakah analisa yang lain?”
“Tapi pak, barang2 China saat ini benar-benar merajai pasar…”
“Yang lain, please…”
“Begini pak, ini tidak langsung berhubungan dengan Singapura. Tetapi saya yakin ada relevansinya. Tentang isu perbatasan Indonesia-Malaysia. Karena Malaysia dan Singapura adalah sama-sama negara persemakmuran Inggris. Jika masalah perbatasan ini terus berlanjut, kita juga akan kena dampak kesulitan perijinan untuk memasarkan trasi super kita, Pak.”
“Analisa yang menarik. Yang lain cari data yang paling akurat untuk permasalahan ini. Kita akan meeting lagi besok untuk mencari tahu jalan keluar permasalahan ini. Terima kasih semuanya, dan meeting saya sudahi.”

***

“Javelyn, can I ask you question?”
Please, anytime…
Why are you so kind to me?
I beg your pardon, is it wrong being nice?
No… I mean, all students not even look at me.
Don’t ask me about them… it none of my business.
So, why you…
If you ask me, maybe I even don’t know the right answer. I just like you and want to be your friend.
That’s all?
Anything you want to add up?

Nicole menggelengkan kepala, “Thank you…

You’re welcome, friend…”Nicole pun tersenyum mendengar Jevelyn memanggilnya teman.

***

Pemirsa, kembali kita akan menghubungi Muhammad Malik, wartawan senior yang ada di Malaysia untuk mengetahui berita terkini mengenai penangkapan lima belas nelayan oleh pemerintah diraja Malaysia.

‘Malik, bisa dengar suara saya.’
‘Bisa Nita.’
‘Baik, silahkan dengan laporannya.’
‘Baik, Nita dan juga pemirsa sekalian, saat ini saya berada di kantor kepolisian diraja Malaysia, terkait penangkapan 15 nelayan Indonesia karena melanggar batas-batas wilayah. Bersama saya, sudah ada Bapak Maskin, salah satu nelayan yang ditangkap. Pak Maskin, bisa diceritakan kronologis kejadiannya?’
‘Saat itu kami sedang melakukan aktifitas seperti biasa, dan tiba-tiba saja polisi Malaysia datang dan menangkap kami.’
‘Seperti biasa? Apakah Bapak tahu telah melanggar batas wilayah?’
‘Setiap hari kita melempar jaring di daerah itu, Pak. Kita tidak tahu apakah itu masuk wilayah Indonesia atau Malaysia.’
‘Apakah tidak ada tanda khusus untuk perbatasan ini?’
‘Tidak ada pak.’
‘Baik, terima kasih pak Maskin. Nita, bisa saya laporkan juga bahwa kepolisian diraja Malaysia belum memberikan keterangan resmi seputar penangkapan ini. Kami akan update lagi informasi disini. Kembali ke Anda, saudari Nita.’


***

You know what, Nicole?
Yes…
I always admire Indonesia.
You do?
Yes, for me, Indonesia is the beauty.
I think France is more beautiful.
Even I’m French, but for me the beauty is Indonesia.
Why?
Indonesia has a complete package. The people, culture, arts, dance, the islands and they are so unique.
They are?
Don’t you realize that? I know Indonesia when I was five. My parents took me to Bali, Lombok, Surabaya and Jakarta. It was amazing. I still can remember the details of that moment. Part of my heart belongs to them. That is why I always want to come back to Indonesia.
If you please, you can go with me. We can go together on weekend.
With all my pleasure, my friend.

***

“Ma, Papa khawatir mimpi kita di Singapura tidak bisa terwujud.”
“Kok tiba-tiba Papa bilang seperti itu?”
“Indonesia ada masalah dengan Malaysia lagi, tentang perbatasan. Papa yakin akan berakibat juga di Singapura.”
“Lalu, bagaimana dengan kita?”
“Mama siap-siap saja, sewaktu-waktu kita bisa kembali ke Surabaya.”
“Apakah sampai separah itu, Pa?”
“Papa juga belum tahu pastinya. Mama jaga-jaga saja.”
“Iya Pa.”

***

Pemirsa, sebentar lagi pemerintah diraja Malaysia akan memberikan keterangan resmi terkait penangkapan 15 nelayan Indonesia. Dan kami akan menyampaikan beritanya kepada Anda secara langsung. Nampak di belakang saya, juru bicara kepolisian sudah keluar dari gedung. Segera kita akan dengarkan penyataan dari juru bicara kepolisian.

Thank you, ladies and gentlemen. After hard discussion with Indonesian Ministry in Malaysia, we can say this is mis-understanding problem. Thus, we ask Indonesian government to release 7 Malaysian fishermen, then we will release 10 Indonesian fishermen. Is there any question?

“Why were they caught?”
"Because they disobey boundary region.”
“Is there any discussion about this, Sir?”
“We will discuss it later, in separate time.”
“We face this boundary problem again and again. Is there any specific sign so fisherman could recognize the boundary, Sir?”
“Not yet, and we will discuss it later.”
“When?”
“We will inform you later.”


***

“Mama, malam ini boleh Nicole mengundang teman sekolah?”
“Nicole… You do surprise me. Apa Mama tidak salah dengar?”
No Mama….. may I?
Of course my dear, it’d be my pleasure. Mama so surprise you use Indonesian, and invite your friend indeed.
If my French friend loves Indonesia. So, why don’t I?
You will invite your French friend?
Yes, Mama
Should I cook French food?
No, Mama. Jevelyn loves Indonesia as the way it is. Dia akan semakin gembira kalau Mama masak masakan Indonesia yang enak.”
“Tentu saja anakku, sayang.”

“Halo Papa, nanti makan malam di rumah ya. Ada tamu special.”
“Tamu special?”
“Iya Papa. Nicole baru saja minta mama menyiapkan makan malam untuk temannya.”
“Benar Ma?”
“Benar Pa. Temannya dari Perancis akan datang untuk makan malam bersama.”
“Papa senang mendengarnya.”
“Dan satu lagi Pa.”
“Apa itu?”
“Nicole tadi meminta mama dengan menggunakan bahasa Indonesia?”
“Apa? Papa kira Nicole tidak akan menggunakan bahasa Indonesia lagi, setelah kepindahan kita ke sini.”
“Mama juga punya pikiran begitu. Mama masih ingat betul, ketika kita pindah ke Singapura, Nicole bersikeras tidak mau ikut. Dan Papa tetap memaksa Nicole untuk ikut.”
“Iya Ma, Papa juga masih mengingatnya. Apalagi ketika Nicole bilang: Baiklah Pa, jika Papa memaksa Nicole ikut pindah ke Singapura mulai saat ini Nicole tidak memakai bahasa Indonesia. Itu kan harapan Papa, selalu melihat masa depan?”
“Pa, itu kan memang untuk kebaikan masa depan Nicole. Tidak ada yang perlu disesali, Papa.”
“Terima kasih banyak Ma.”

***

Pemirsa, sebentar lagi kita akan menyaksikan pembebasan nelayan Indonesia oleh pemerintah diraja Malaysia.Di balik tembok ini, mereka masih melakukan prosesi upacara. Sayup-sayup terdengar, nampaknya prosesi upacara telah selesai dilaksanakan. Mungkin sebentar lagi kita akan melihat ke lima belas nelayan Indonesia yang sudah tiga hari ditahan pemerintah diraja Malaysia karena melanggar batas wilayah.

Dari suara yang bisa kita dengar, prosesi upacara telah selesai dilaksanakan, tetapi kita tidak melihat adanya aktifitas di dekat pintu keluar. Perlu pemirsa ketahui, bahwa media massa dilarang masuk ke dalam kantor kepolisian diraja Malaysia. Sehingga kita hanya bisa melaporkan dari sini.

Pintu telah dibuka, kita akan coba wawancarai petugas yang berjaga di sana untuk mengetahui kondisi terkini.

"When will you release all Indonesian fishermen?”
“Wait until we finish doing all the process.”
“The ceremony has alredy finished, right?”
“Yes, but we still have administration process. So please, be patient.”

Pemirsa, ternyata setelah prosesi upacara, masih ada proses administrasi yang perlu dilalui kelima belas nelayan Indonesia. Kami akan selalu update informasinya. Tetaplah bersama kami.


***

Good evening, Sir and Mam.
Good evening Javelyn, please have a seat.
Thank you.
So, how long have you been here, in Singapore?
About three years.
Quite long…. Do you enjoy Singapore?
Do I have a choice not to enjoy Singapore?
Hahahaha….. you are smart kid…..
Enough conversation…… the food’s coming, give us a way.
Here, you cannot have discussion while having dinner.
Oke…. Noted.
But, the most important thing, you have to eat up them all.
Mama….
You cooked so many food, how can I?
Kidding, Jevelyn…. At least you have to eat up the food on your plate.”
“Sure, Mam.


Thank you for this wonderful dinner. The food’s amazing.
My pleasure, Javelyn.
And you also have a warm family. I feel so comfort and warm among you.
What a great compliment. Thank you.
I mean it, seriously. You make me love Indonesia more and more.
How wonderful. You should join us visit some places in Indonesia on your weekend.
I told you…. I’ve already told Jevalyn so.
So, what do you think, Jevelyn?
My pleasure…

***

“Pak, sudah dengar berita terbaru?”
“Berita apa?”
“Indonesia-Malaysia akan membebaskan nelayan yang ditawan.”
Good news.
“Pemerintah Indonesia sudah membebaskan nelayan Malaysia. Tetapi pemerintah diraja Malaysia belum membebaskan nelayan Indonesia.”
“Kenapa?”
“Mereka harus melewati proses administrasi terlebih dahulu. Rencananya akan dibebaskan pagi ini. Biasanya disiarkan langsung oleh televisi Indonesia.”
“Tolong bawa televisi ke ruangan, saya ingin melihat beritanya.”
“Baik Pak.”

Pemirsa, saat yang ditunggu-tunggu telah tiba. Sebentar lagi, pemerintah diraja Malaysia akan membebaskan kelima belas nelayan Indonesia yang sudah ditahan empat hari, sampai hari ini, karena melanggar batas wilayah. Perlu saya informasikan, sesuai kesepakatan, baik Indonesia maupun Malaysia akan membebaskan nelayan yang ditahan, karena dianggap ini adalah masalah salah pengertian semata. Kemarin, pemerintah Indonesia sudah membebaskan ketujuh nelayan Malaysia yang ditahan dengan alasan serupa. Rencananya, pembicaraan tentang batas-batas wilayah Indonesia – Malaysia akan dibahas lebih intensive, mengingat sering terjadinya penangkapan karena alas an melanggar batas wilayah.

Pintu gerbang sudah dibuka, dan nampak nelayan Indonesia keluar satu per satu. Kita akan coba mewawancarai mereka.

‘Pak Maskin, bagaimana perasaan Anda sudah dibebaskan?’
‘Tentu senang Pak, bisa berkumpul dengan keluarga kembali.’
‘Apa suka-duka Bapak selama ditahan pemerintah diraja Malaysia?’
‘Yang namanya ditahan mana ada sukanya, Pak?’
‘Apa yang Bapak rasakan selama ditahan.’
‘Ya kangen keluarga, Pak.’

Baiklah pemirsa, kelima belas nelayan Indonesia yang telah ditahan pemerintah diraja Malaysia telah dibebaskan dan bisa berkumpul lagi bersama keluarga. Demikian laporan Muhammad Malik dan juru kamera Salahudin dari Malaysia. Kini kita kembali ke studio.


“Pak Yohanes, segera ke ruangan saya.”
“Baik pak.”

“Bapak memanggil saya?”
“Pak Yohanes sudah mengikuti berita terkini?”
“Sudah Pak.”
“Berarti masalah perbatasan Indonesia-Malaysia sudah bukan penghambat penjualan kita lagi.”
“Iya Pak.”
“Tugas pak Yohanes sekarang mempersiapkan strategi pemasaran, agar penjualan kita kembali meningkat.”
“Baik Pak.”
“Tiga hari lagi saya minta semua konsep strategi pemasaran terbaru bisa Bapak siapkan.’
“Iya Pak.”

***

Thank you Mrs Catherine for the time and opportunity given to me. I’d like to share about Indonesia. How beauty Indonesia is. And one thing you need to know, that I would use my mother tongue language, bahasa Indonesia to explain this. Because, I love Indonesia. I love being Indonesian. And I love each part of Indonesia. I have already wrote all my speech on paper in English. So, you can understand what I’m saying by reading the paper I gave to you.







Yudie Matta
04-11-2010
at desk - office



Note: Saya dedikasikan cerpen ini untuk teman berbagi yang telah merayakan ulang tahunnya September kemarin. Sorry if I’m late uploading this short-story. I need to find some fresh idea in writing. Anyway, I keep my promise, don’t I? Enjoy………..

No comments: