Pagi ini, seperti biasa, datang ke kantor-menyalakan komputer dan mempersiapkan kerjaan untuk segera diselesaikan. Check email dan login di facebook sudah merupakan rutinitas di kantor. Ya, untuk banyak kepentingan, aku membutuhkan keduanya.
Sedikit berbeda, hari ini email dan fb banyak diisi tentang berita duka, meninggalnya salah seorang kawan karena kecelakaan. Banyak yang memberikan testi maupun balasan ikut berbelasungkawa. Yang membuatku tertarik adalah kata-kata 'semoga diterima di sisiNya'. Kenapa menarik? Karena kalimat tersebut menurutku bias. Baik orang yang selama hidupnya dikategorikan menjadi orang baik maupun buruk, tentunya akan diterima di sisiNya. Yang jadi pertanyaan, di sisi mana ya?
Dari dulu aku tidak paham dengan kata-kata 'diterima di sisiNya'. Bagiku, itu sama halnya dengan mem-personifikasi-kan Tuhan. Dibalik kata-kata itu, seolah-olah Tuhan menunggu orang-orang yang (anggapan banyak orang) baik, untuk mendampinginya. Memangnya Tuhan mau kemana?
Inilah yang selalu membuatku geli, sekaligus berasa konyol. Orang-orang terlalu banyak mensejajarkan Tuhan dengan manusia. Wait, kalimat itu terlalu extreme. Maksudku, orang mempunyai pandangan seolah-olah Tuhan itu selayak manusia.
Kalau dulu, sewaktu kecil, seringkali aku diingatkan bahwa Tuhan selalu mengawasiku dalam hal apa pun dan dimanapun. Dasar namanya anak kecil, yang ada dalam pikiranku (waktu itu) adalah 'Apa Tuhan itu seperti security atau tukang Ronda di kampung ya? Atau Tuhan kurang kerjaan, ngawasin dimana aja dan kapan aja?' Yah, apapun, namanya anak kecil, dan (waktu itu) aku hanya mampu menterjemahkan kata-kata tersebut dengan apa yang aku ilhat, dengar dan rasakan.
Sekarang kata-kata itu begitu aneh bagiku. Karena aku tidak bisa lagi menterjemahkannya. Terlalu personifikasi, bagiku. Bukan Tuhan banget. Akan tetapi sayang sekali, kebayakan orang terbiasa dengan itu (aku mencoba menghindari kata terjebak).
Aku suka kata-kata dari Nurcholis Madjid, yang bunyinya kurang lebih seperti ini: "Tuhan tidak akan pernah bisa dijangkau oleh manusia, dalam keterbatasa ruang dan waktu". Jadi, kenapa repot-repot menterjemahkan Tuhan seperti apa hebatnya? Yang pasti lebih dari definisimu.
yudie
~berTuhan~
Me, I have my ownlife, and you have yours. But, we could be connected through writing. Isn't that great?
19 June 2009
08 February 2009
poem of feeling
Pernahkah kau dibutakan oleh penglihatanmu sendiri?
Mendengar suara yang menyakitkan telinga
Merasakan kepahitan dunia yang menyesatkan perasaanmu
Mengangkat beban berat hidup yang bukan untukmu
Dan kau tak kuasa menolak segalanya
Mendengar suara yang menyakitkan telinga
Merasakan kepahitan dunia yang menyesatkan perasaanmu
Mengangkat beban berat hidup yang bukan untukmu
Dan kau tak kuasa menolak segalanya
08 January 2009
d clothes
In hari sabtu, dan aku memakai baju yang gaul abis. Bukan bermaksud untuk gaul2an, Cuma gak enak aja bila pake baju yang itu2 aja. Karena kemarin kan emang berangkat ke sini buru2 amat, jadi tidak banyak baju yang terbawa. Hanya 3 potong hem, 4 buah kaos, 2 celana kain, dan 1 jeans. Kalo untuk kaos dan celana dalam sih cukup persediaan. Maksudnya kalupun buat gantian, bisa lah nyucinya tiap minggu gitu.
Nah, baju yang aku pakai hari ini adalah baju lengan panjang. Dia hem sih, suasana resmi juga. Cuman, di punggung ada gambar dan tulisan yang besar. Jadi, serasa mau manggung aja kalo pakai hem ini, atau mau jalan ke mall mana getu. Dan karena itulah, kemudian di luarnya aku pake kaos lagi. Berhubung aku tidak bawa banyak kaos, maka kaos yang aku pasangkan adalah kaos dalam yang berwarna abu2.
Secara warna oke juga, padu padannya seru bo'.Cuma gak tau selera orang lain yang memandangku. Aku sih berasa nyaman aja.
Tadi datangnya terlambat 2 menit. Dan ketika aku datang, udah banyak orang di lantai 1 yang berkumpul. Begitu aku tiba, buka pintu, beberapa mata memandangku. Aku merasakan pandangan mereka surprise dengan penampilanku. Serah deh, yang pasi khan aku masih pake baju berkerah, kebetulan aja aku padukan dengan kaos di luarnya.
FYI, orang-orang disini pada suka pake kaos kalo hari sabtu. Tapi kaos yang berkerah sih. Dan berhubung akunya gak bawa, jadi inilah cara aku mengekspresikan untuk penampilan santai.
Nah, baju yang aku pakai hari ini adalah baju lengan panjang. Dia hem sih, suasana resmi juga. Cuman, di punggung ada gambar dan tulisan yang besar. Jadi, serasa mau manggung aja kalo pakai hem ini, atau mau jalan ke mall mana getu. Dan karena itulah, kemudian di luarnya aku pake kaos lagi. Berhubung aku tidak bawa banyak kaos, maka kaos yang aku pasangkan adalah kaos dalam yang berwarna abu2.
Secara warna oke juga, padu padannya seru bo'.Cuma gak tau selera orang lain yang memandangku. Aku sih berasa nyaman aja.
Tadi datangnya terlambat 2 menit. Dan ketika aku datang, udah banyak orang di lantai 1 yang berkumpul. Begitu aku tiba, buka pintu, beberapa mata memandangku. Aku merasakan pandangan mereka surprise dengan penampilanku. Serah deh, yang pasi khan aku masih pake baju berkerah, kebetulan aja aku padukan dengan kaos di luarnya.
FYI, orang-orang disini pada suka pake kaos kalo hari sabtu. Tapi kaos yang berkerah sih. Dan berhubung akunya gak bawa, jadi inilah cara aku mengekspresikan untuk penampilan santai.
Subscribe to:
Posts (Atom)