31 August 2010

Senandung Manusia

Seandainya aku adalah bunga terindah
Tentu aku mempesona tiap mata yang menatap
Senantiasa menarik perhatian dengan aromaku
Dan selalu mendapat segala puji yang ada

Seandainya aku adalah burung terindah
Kan ku hiasi alam dengan dendang merduku
Ku manja mata yang memandang dengan kelentikan bulu indahku
Serta kupersembahkan tarian yang akan mempesonamu

Seandainya aku adalah tempat terindah
Tiada akan ada ujung bagimu
Semua adalah indah
Kenyamanan dan ketentraman senantiasa terasa
Tiada gelap, tiada malam
Yang ada hanyalah bahagia

Seandainya aku bukan manusia
Dan berhenti menghitung kekuranganku
Tak lagi berharap lebih dari siapa dan apapun
Tiada lagi atasan-bawahan
Bukan lagi aku-kamu
Sehingga antara kita hanyalah satu
Yang senantiasa haus akan bahagia bersama

Dan ternyata aku hanyalah manusia
Yang lebih sempurna daripada apapun terindah di dunia
Dan masih selalu merasa kurang dengan semua
Dan jauh dari bahagia

Seharusnya aku pahami semua
Meski bunga terindah
Tiada bisa dia berpindah, merasakan tempat terindah
Dan melihat, juga mendengar nyanyian burung terindah

Meski aku tempat terindah
Hanya bisa merasa satu area
Tiada berpindah

Meski aku menjadi burung terindah
Yang bisa merasa bunga dan tempat terindah
Tetapi tidak bisa dibanding dengan manusia
Yang mempunyai jari, kaki, hati dan indahnya pikiran

Jika memang semua punya kekurangan
Mengapa aku gemar sekali menghitungnya?
Apakah aku manusia biasa?
Apakah kebiasaan manusia seperti itu?



Kumencari jawab dalam tanya
Berharap ujung yang indah kan kuterima
Berangan bahagia kan kudapat
Dan tanyaku berujung pada pasrah
Kepasrahan kepadaNya
Hanya Dia yang memahami keindahan dalam arti yang sejati
Dan hanya Dia yang mampu menempatkan segalanya
Dalam kapasitas keindahan dan kebahagiaan sesungguhnya

Sekarang..............
Apakah kau masih meragukanNya?



Batam, 23 Agustus 2010
~yudie~

No comments: