04 July 2010

Bangku Taman

Suasana pagi begitu hangat dan bersahabat. Matahari menyapa bumi dengan sinar yang membuai menghangatkan dan udara yang sepoi menyejukkan. Adalah taman sejoli yang baru selesai dibangun pemerintah kota dua bulan yang lalu. Letaknya tidak jauh dari pusat kota. Rumputnya hijau segar hampir menutup seluruh tanah. Pohon-pohon rindang ada di sepanjang jalan setapak. Bangku taman ditempatkan begitu apik pada sudut-sudut taman. Di sekeliling bangku taman, ditanam bunga-bunga yang mulai bersemi. Tempat yang sempurna untuk memadu kasih.

Namanya Andi. Baru satu bulan putus cinta. Duduk di sudut bangku. Merenungi nasib. Membawa makanan kecil. Sesekali dimakannya. Matanya menerawang. Pikirannya entah kemana. Hatinya gelisah. Kakinya bergerak tanpa irama.

Namanya Andi. Baru satu bulan putus cinta. Duduk di sudut bangku. Merenungi kisah cintanya yang tragis. Membawa makanan kecil. Sesekali dimakannya. Matanya menerawang. Pikirannya entah kemana. Hatinya gelisah. Kakinya bergerak tanpa irama.

Namanya andi. Baru satu bulan putus cinta. Duduk di sudut bangku. Masih tidak percaya kekasih memutuskannya. Membawa makanan kecil. Sesekali dimakannya. Matanya menerawang. Pikirannya entah kemana. Hatinya gelisah. Kakinya digerakkan tanpa irama.

Namanya Andi. Baru satu bulan putus cinta. Duduk di sudut bangku. Mencoba menerima keputusan kekasihnya. Membawa makanan kecil. Sesekali dimakannya. Matanya menerawang. Pikirannya mulai ditenangkan. Hatinya masih gelisah. Kakinya digerakkan tanpa irama.

Namanya Andi. Baru satu bulan putus cinta. Duduk di sudut bangku. Mulai tenang meski putus cinta. Membawa makanan kecil. Sesekali dimakannya. Matanya melihat sekeliling taman. Pikirannya mulai tenang. Hatinya masih gelisah. Kakinya masih digerakkan tanpa irama.

Namanya Andi. Baru satu bulan putus cinta. Duduk di sudut bangku. Berharap mendapatkan pengganti kekasihnya. Membawa makanan kecil. Sesekali dimakannya. Matanya melirik gadis yang hendak duduk di sebelahnya. Pikirannya tenang. Hatinya tidak gelisah. Kakinya digerakkan perlahan.

Namanya Andi. Baru satu bulan putus cinta. Duduk di sudut bangku. Berharap mendapatkan pengganti kekasihnya. Membawa makanan kecil. Lama tidak dimakannya. Matanya menatap gadis yang duduk disebelahnya. Pikirannya tenang. Hatinya tidak gelisah. Kakinya digerakkan perlahan.

Namanya Andi. Baru satu bulan putus cinta. Duduk mendekati gadis. Yakin mendapatkan pengganti kekasihnya. Membawa makanan kecil. Menawarkannya ke gadis. Matanya menatap gadis. Pikirannya tenang. Hatinya tenteram. Kakinya tidak digerakkan.

Namanya Andi. Sepuluh menit yang lalu sudah melupakan putus cintanya. Duduk di dekat gadis. Berbincang dengannya. Membawa makanan kecil. Lupa tidak memakannya. Matanya berbinar. Pikirannya tenang. Hatinya tenteram. Kakinya tidak digerakkan.

Namanya Shinta. Sudah setahun tidak memadu kasih. Duduk disamping Andi. Berbincang dengannya. Memegang tas. Sesekali memakan makanan kecil Andi. Matanya berbinar. Pikirannya tenang. Hatinya tenteram. Kakinya bergantung anggun.


~yudie matta~
040710