Suasananya temaram. Penerangan seakan hanya sekedarnya agar orang tidak menabrak meja-meja yang sudah tertata rapi. Meski hanya lampu bohlam bergantungan hampir disetiap satu meter, namun cahayanya hanya cukup mengabarkan ke kita bahwa itu adalah bohlam, bukan membagi cahayanya. Belum lagi tampilan bohlam yang selalu memakai caping, walau tidak ada rintik air yang menetes. Itulah yang membuat cahaya kuning bohlam berkumpul di sebalik caping yang dipakainya. Dan begitulah sehingga suasana dalam ruangan temaram.
Pada sudut ruangan, nampak wanita muda sibuk dengan blackberry di tangannya.
Ri3ch4 c4nt13x bete nungguin…. Humpfff
Enaknya ngapain ya?
6 minutes ago . Like
Aldi89 bR0ndI mau ditemenin tante?
6 minutes ago . Like
G4G4H P3RK4S4 kok ditungguin, bukannya janjiannya besok?
5 minutes ago . Like
Ri3ch4 c4nt13x @Aldi: mau dong, tp jgn skrg ya
@Ga’: yeee…. GR
3 minutes ago . 1 Like
G4G4H P3RK4S4 jadi, bsk cancel?
3 minutes ago . Like
Ri3ch4 c4nt13x kan emang udah jadwalnya :P
2 minutes ago . Like
G4G4H P3RK4S4 kok dibilang GR?
2 minutes ago . Like
Aldi89 bR0ndI kapan?
1 minutes ago . Like
Ri3ch4 c4nt13x @Ga’: jangan ngambek dong, ntar jelek lho :P
@Aldi: nanti dikabari…
48 seconds ago. Like
Outgoing call………
“Arga, apaan sih elu komen kayak gitu? Norak tahu…”
“Yang mulai siapa?”
“Kan cuma becanda, sayang.”
“Aku tahu becanda. Cuma giliran becanda ke aku kok sinis gitu?”
“Elu cemburu, Ga’?”
“Emang siapa Aldi itu? Berondong mana dia?”
“Anak kuliahan semester awal.”
“Icha pake juga?”
“Kok elu nanyanya gitu?”
“Ada yang salah dengan pertanyaanku?”
“Elu mau dibandingkan dengan berondong semester awal?”
“Risih aku ngeliat lagak berondong itu.”
“Tenang, tidak sebanding dengan elu kok. Gue hanya butuh variasi.”
“Variasi? Kupikir akulah variasimu?”
“Setelah gue cerai?”
“Honey, kamu jadi cerai?”
“Baru sebulan kemarin.”
“Kenapa tidak cerita?”
“Sejak kapan elu peduli rumah tangga gue?”
“Paling tidak kita tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi kan?”
“That’s it?”
“I know honey. Mungkin kita tidak perlu bahas ini sekarang. Besok makan malam?”
“We have appointment already, don’t we?”
“Yup…. Can’t wait until tomorrow.”
“See you tomorrow, then.”
“Miss you, honey.”
“Miss you too, handsome.”
Call ended
******
Incoming Call
“Ya Cha….”
“Nyampe mana Nin? Jam segini belum datang.”
“Maaf Cha, aku harus nganter anak-anak ke rumah neneknya biar bisa ngumpul sama kalian.”
“Kalian? Baru gue aja disini.”
“Rika sama Dita belum datang?”
“Aku belum call mereka. Paling Rika masih di ranjang, secara pengantin baru.”
“Hehehe….. aku usahakan 30 menit bisa menyusul kesana ya. Maaf banget.”
“Iya, tapi janji datang ya.”
“Pasti. Udahan ya, aku lagi nyetir nih, nanti kena 750ribu lagi.”
“Iya deh…. Dasar emak-emak, perhitungan banget.”
“Kan kamu juga emak, Icha….”
“I’m single woman now, have no kids, and don’t plan to. I love being single.”
“Udah ah, nanti aja ceritanya…. See ya.”
Call ended
****
Dita Lovely dari sederet jadwal hari ini, sekaranglah waktu yang dinantikan.
10 minutes ago . 18 Likes
Anita Muis sukses dengan semua jadwalnya ya mbak
10 minutes ago . Like
Rahmat Aja wanita karir banget :P
10 minutes ago . Like
Adinda Remaja jadwal apaan mbak yang dinantikan?
9 minutes ago . Like
Dewi Setiarini reminder: tomorrow we have meeting early morning. Beware and prepare!!!!
9 minutes ago . 1 Like
Dita Lovely @Anita: thanks
@Rahmat: hehehehe…. Gak juga kok :P
@Dinda: ngumpul ma tmn2 lama
@Dewi: do you have to remind me anytime and anywhere? Thanks anyway :P
6 minutes ago . Like
Galih Ananta jangan lupa jaga kesehatan teteh…
6 minutes ago . Like
Adinda Remaja so sweet… have a great time
5 minutes ago . Like
Richardo Richardo be proud of yourself
5 minutes ago . Like
Anita Muis anytime mbak…
5 minutes ago . Like
Dita Lovely thanks for all, do appreciate for your kindness
3 minutes ago . Like
Dewi Setiarini as your assistant, of course I do care and have to remind you anytime and anywhere, tomorrow will be our important client. And if as friend, I don’t care :P
2 minutes ago. 2 Likes
Dita Lovely wkwkwkwkwkwk…..
Love you, Dewi……..
2 minutes ago. Like
Ri3ch4 c4nt13x dimana bu?
1 minute ago . LIke
Rahmat Aja gak usah merendah mbak. Semua juga udah tahu kok… hehehehe
1 minute ago . Like
Dita Lovely @Icha: otw say…. Macet
@Rahmat: tahu apa? Kalo aku wanita? Gak perlu approval yang lain :P
20 seconds ago . 3 Like
Outgoing Call…..
“Icha, maaf aku masih kena macet.”
“Macet dimane?”
“Keluar kantor sudah padat merayap say.”
“Elu baru keluar kantor?”
“Iya, maaf ya. Banyak meeting hari ini.”
“Nunggu berape lama lagi say?”
“Pak Udin, kira-kira berapa lama lagi nyampe ke Kemang?”
“Kalo macet gini, mungkin sejaman bu.”
“Sejam say…”
“Gue udah denger omongan mang Udin say… Yaudah, buruan ya. Pasti kesini lho.”
“Iya….”
Call ended
******
Outgoing call….
“Cong….”
“Kemane aje elu say?”
“I know I’m very late…. Udah pada ngumpul Cong?”
“I wish…. Nina masih nganter anaknye ke rumah neneknye dan Dita terjebak macet.”
“Jadi cuman elu, Cong?”
“Iye…. BĂȘte banget. Ini udah setengah jam lebih say.”
“Gue coba lebih cepet bisa nyampe sana deh.”
“Masih di ranjang sama laki lu?”
“Muke lu nyungsep…. Ini lagi pulang belanja sama suami.”
“Suami….. I recognize that word before…”
“Elu jadi cerai, Cong?”
“I’ve got my dream now…”
“Gila lu. Ntar ah ceritanya, biar seru.”
“Iye… makanya cepetan sini.”
“Iye Cong…”
Call ended
Rika Asmara I love my husband, and will always be. Ya Allah, jauhkan dari godaan perceraian yang terkutuk. Amin
2 seconds ago . Like
****
Ri3ch4 c4nt13x dasar wanita, diajak ngumpul aja susahnya seribu alasan
3 seconds ago . Like
Dita Lovely thanks God, udah mulai lancar jalanan. Can’t wait sharing with my gals
3 seconds ago . Like
Rika Asmara sayang, aku pergi reunian dulu ya….
3 seconds ago . Like
****
Outgoing call….
“Icha…”
“Udeh nyampe mane, Nin?”
“Maaf, aku agak telat ya. Udah deket rumah neneknya anak-anak, ban bocor.”
“Lama-lama gue yang bocor, kelamaan sendirian disini.”
“Please Cha, understand my condition.”
“Iya deh… take care aja.”
“Thanks ya Cha…”
Call ended
*****
“Icha…………”
“Dita…. Oh God, thank you so much. At last, you send me someone…. Rapi amat?”
“Namanya juga kerja say.”
“Namanya juga bos, iya kan Dit?”
“Bisa aja kamu… Maaf ya, it’s all about the traffic.”
“I know Jakarta say.”
“So, mana yang lain?”
“Nina nganter anak-anaknya ke rumah neneknya, dan apesnya ban bocor.”
“Kok nganter anaknya sih. Emang kemana suaminya?”
“Elu belum tahu ceritanya?”
“Apaan?”
“Nina kan tipikal ibu rumah tangga konvensional. Nurut ape kate suami.”
“Their marriage is still fine, right?”
“Fine sih fine, cuman kalo gue dalam posisi Nina, udah buruan gugat.”
“Emang apa salahnya suami Nina?”
“Waktunya sedikit buat keluarga. Katanya sih karena kerjaan.”
“So what? I know and do understand that condition.”
“Gue nggak yakin emang karena kerjaan doang.”
“Jangan gitu dong, kita harus support Nina, bagaimanapun juga.”
“I do…”
“Kenapa nggak cari pembantu aja ya, biar gak repot.”
“Hello…. Don’t you remember what happened last year?”
“Did I miss something again?”
“Nina masih trauma dengan laporan pembantunya yang bilang suka dipeluk suaminya.”
“Yang bener Cha…”
“Yaelah…. Kemane aje elu say?”
“Trus… trus…..”
“Yaudah…. Dipecat lah pembantu itu. Yang gue heranin ya, Nina kok tegar amat jadi istri ya. Wait… yang bener tegar atau bodoh ya?”
“Don’t judge only from one side dong. It’s a family, means there’re more complicated things have to be considered.”
“Gue sih nggak begitu-begitu amat.”
“Trus, kabar kamu gimana Cha?”
“I’m fine, like you see right now. Prettier and just divorced.”
“WHAT???”
“Come on… divorce is not a bad thing. And it was my request, anyway.”
“How about your kids?”
“It’s not my kids anyway. So, why bother?”
“My God…..”
“Itu kan emang anak-anaknya Charlie dengan istri sebelumnya. Dengan gue, Charlie tidak punya anak.”
“What do you want, anyway?”
“I want to be free, and I realize marriage is not my kinda thing.”
“God bless you…. You decide, you responsible.”
“Sure…. Jangan khawatirkan aku lah. I’m fine. So, gimana cerita dari elu?”
“I’m good on my career.”
“Good…. “
“And mid of this year, I will move to France.”
“You will?”
“Iya…. Can you imagine that? Negara yang selalu kita omongin waktu jaman sekolah, bakalan jadi tempat tinggalku.”
“We have to cheer for that.”
“Thank you….”
“I’m so proud of you.”
“Paling tidak aku juga bisa senang melihatmu bahagia Cha, apapun keputusanmu.”
“Let’s toast for moving to France and divorcing.”
“Hahahahaha……”
********
Dita Lovely cheers for 2 hot single women :P
2 seconds ago . Like
Ri3ch4 c4nt13x bahagia…. Yup, I deserve for that. Apapun keputusanku.
3 seconds ago . Like
*****
Incoming Call
“Ape say? Udah nyampe mana lu?”
“Icha, maaffff banget…”
“My God, it’s sound not good.”
“Iya, I have to apologize.”
“Nape say?”
“Aku gak bisa datang Cong.”
“You must be kidding me, right?”
“Unfortunately, I don’t.”
“Com’on, jangan buat buruk nama elu dalam persahabatan kita dong.”
“Maaf banget, Cong…. Kali ini, aku tidak ada pilihan.”
“Emangnya kenapa say?”
“Suami gue minta jatah lagi.”
“WHATT????”
Call Ended
“Hahahahahaha……..”
“Rikaaa….. elu emang brengsek.”
“Serius amat muke elu, Cong. Kayak mau melahirkan aje.”
“Elu pake acara gak datang segala. I’ve been waiting for nothing, then.”
“Hello…. you have me here.”
“Dita?”
“Pa kabar Rika. Makin cantik aja setelah nikah.”
“Makasih. Elu juga makin bersinar aja nih kayaknya.”
“Ngomong-ngomong masalah sinar. Dita akan pindah ke Perancis bulan Juni mendatang.”
“You will? Congratulation, honey.”
“Thank you, Rika. And you also congratulate Icha for being single.”
“I don’t think could do that. I’m just married.”
“Oh…. Maaf, bukan itu point aku, Rika. My point is we have to congratulate her for whatever her decision to achieve her happiness.”
“Are you happy, Cong?”
“I really am. Can’t you read the sign?”
“Toast for happiness…..”
“Wait until I have my drink.”
“Hahahahaha…….”
*****
Ri3ch4 c4nt13x I made a right decision, and have great friends. What a Life!!!
5 seconds ago . Like
Rika Asmara I love my life…..
5 second ago . Like
Dita Lovely This is the best refreshing time. Love you gals
5 seconds ago . Like
****
“Jadi gimana Dit rencana elu pindah ke Perancis?”
“Sekretarisku sudah menyiapkan semuanya?”
“Termasuk pasangan hidup?”
“Com’on gals, I don’t even think about it.”
“Not to think about it until you find one.”
“Do we have to find one? What’s the point?”
“Namanya juga pasangan hidup, Cong.”
“I know your point Rik, but I focus on my job right now.”
“Wait…. Apakah itu berarti ketika elu gak dapat pasangan, elu tidak masuk dalam kategori hidup?”
“Hidup elu enggak komplit, Cong?”
“Apakah harus diikat perkawinan?”
“JIka die bisa menemani selama hidup lu, why not?”
“So what’s the point?”
“To complete your life.”
“What for?”
“Happiness.”
“That’s it? I am happy now. Are you happy, Dit?”
“Icha…. You have to realize kalo Rika just married. Give her some respect, please.”
“Dita sayang, apakah janda tidak berhak mendapatkan respect?”
“Please, don’t be misunderstood.”
“I know, honey. Rika sayang, mungkin ukuran bahagia gue tidak sama dengan elu. Meski gue mutusin untuk cerai, tapi inilah jalan gue menemukan bahagia.”
“Maaf Cong, gue paham maksud elu.”
“Jadi, gimana kehidupan kalian setelah mendapatkan kebahagiaan yang diimpikan selama ini?”
“Gue ngerasa bebas dalam arti yang sebenarnya. Nggak perlu jaim-jaim lagi, apalagi buat-buat alasan kalo pergi kemana-mana.”
“Kalo gue rasanya lebih aman dan tentram, setelah ada mas Henry. Elu gimana, Dit?”
“Aku bahagia. Satu persatu daftar impianku sudah mulai terwujud.”
“Undang kite ke Perancis ya say?”
“Sure… I will.”
“Where will you stay?”
“I don’t know exactly, but I will inform you later.”
“Mungkin next new year, we should celebrate in France.”
“Gue suka elu Cong, pinter banget kalo arrange acara. Gimana, Dit?”
“Aku bisa arrange tempatnya. Cuma aku belum bisa pastikan bisa join apa enggak.”
“Com’ on… for our friendship.”
“Mungkin kalaupun aku bisa, nggak bisa seharian.”
“Yang pasti old&new nya bisa kan?”
“Tentu, aku akan usahakan.”
“Maaf, aku terlambat.”
“NINA……..”
“It’s okey say, asal kamu datang aje.”
“Jadi, gimana ban bocornya?”
“Sudah diganti. Besok pagi setelah ngantar anak-anak harus segera ditambal.”
“Besok pagi nganter anak? Apa elu akan tidur tempat mertua elu?”
“Nggak Cha, aku jemput anak-anak setelah dari sini.”
“Emang elu tahu sampai jam berapa kita disini?”
“Jam berape, Cong?”
“Until drop….. hehehehe.”
“Kenapa nggak minta suami kamu jemput, Nin?”
“Mas Adit masih ada urusan dengan klien dia.”
“By the way, Adit kerja di perusahaan apa Nin?”
“Di perusahaan Oil and Gas.”
“What position?”
“Manager Marketing.”
“Don’t ask, he must be very busy.”
“Masa’ gak ada perhatian sama sekali ke elu, Nin?”
“Bukan begitu Cha, kita udah komitmen dari awal untuk berbagi tugas. Dan aku nggak keberatan kok jemput anak-anak lagi.”
“Bukan masalah keberatan dengan komitmen kalian. Apa elu bahagia dengan seperti ini?”
“Icha, please give your respect.”
“So, gimana rasanya jadi ibu, Nin?”
“Menyenangkan. Sama sekali jauh dari bayangan.”
“In good or bad things?”
“Both ways.”
“Oiya, next new year Dita ngundang kita di Perancis.”
“Perancis?”
“Iye, Juni depan Dita akan pindah kesane. Dan kita akan rayakan tahun baru disana.”
“Aku harus diskusikan dulu dengan mas Adit.”
“Nina sayang, ini bukan penawaran iya atau enggak, jadi jangan tanya laki elu boleh ikut apa enggak.”
“Iye Nin, kesempatan kita untuk bersama. Aku juga akan arrange rencana ini dengan mas Henry.”
“Aku hanya pikirkan anak-anak.”
“Kan bisa elu minta mertua elu jagain untuk sementara waktu.”
“Nina, take sometime to think about it. I do appreciate when you join us.”
“Ok, I’ll think about it.”
****
Ri3ch4 c4nt13x Marriage….. thanks God, I’m over it
3 seconds ago . Like
****
Incoming Call
“Iya ma..”
“Jam berapa kamu pulang jemput anak-anakmu?”
“Kenapa ma?”
“Kalau dia atas jam 10, kamu temui bi Iyah aja ya. Papa dan Mama sudah tidur.”
“Iya ma.”
“Jangan kemalaman pulangnya, kasihan anak-anakmu, besok sekolah kan?”
“Iya ma.”
“Jangan Cuma mikir seneng sendiri, kamu sudah punya anak dua”
“Iya ma…”
Call Ended
“Siapa Nin?”
“Ibu mertua.”
“Ada ape say?”
“Aku gak boleh pulang malam-malam.”
“Kan elu baru datang.”
“Iya, maaf banget Cha.”
“At least you’ve come here.”
“Mau balik sekarang? Tunggu 15 menit lagi aje.”
“Pengennya gitu Cha. Perjalanan ke rumah mertua sejam. Dan mertua bilang gak akan nemuin kalo diatas jam sepuluh.”
“Fiyuh….. “
“Thanks ya Nin, udah nyempetin mau datang.”
“I do apologize. Please, continue enjoying your night without me.”
“Take care say….. jangan lupa next new year.”
“Iya, I will update you.”
“Salam buat anak-anak ya…”
Dan begitulah temarannya suasana masih tetap tinggal, meski Nina sudah beranjak meninggalkan Icha, Dita dan Rika. Mereka masih menghangatkan suasana dengan perbincangan akan banyak hal. Perbincangan yang bercampur dengan kerinduan lah yang membuat suasana temaran itu bertambah hangat.
yudie matta
Hong Kong, 17 Februari 2011
@HKAirport waiting connecting flight
NB: Tulisan ini belum menemukan klimaks-nya. Diusahakan akan dilanjutkan lain waktu. The point is: aku ingin menghadirkan sebuah cerita dengan kemasan yang berbeda. Semoga bisa dimengerti dan diterima.
1 comment:
Ditunggu lanjutnya, pak :) Settingnya oke, secara sy awam soal alus/setting/blocking :) tapi sy seperti turut duduk di sudut kafe Kemang itu: sibuk dengan BB namun indera kuping mengikuti perbincangan mereka. Salam dr Palmerah, Jkt yg selalu tersendat
Post a Comment