
Hari ini Kamis tanggal 25 November 2010. Banyak yang merasa, bukan hari yang istimewa. Kamis yang biasa, karena kamis bisa dirasa pada setiap minggunya. Bukan tanggal 25 yang istimewa, karena setiap bulan punya tanggal 25. Bukan pula November yang istimewa, karena dari tahun ke tahun akan selalu ada bulan November. Dan juga bukan tahun yang istimewa, karena sebentar lagi tahun ini juga akan berlalu. Jadi, ada apa dengan Kamis, 25 November 2010?
Memang, secara terpisah hari dan tanggal tersebut tidaklah istimewa. Sama dengan pada umumnya. Namun ketika dia menjadi satu, akan menjadi istimewa. Istimewa buatku, belum berarti istimewa juga buat orang lain. Meskipun dia merasakan hal yang sama denganku saat ini.
Ini adalah hari terakhirku bekerja di Batam. Dalam dua hari ke depan, aku akan pindah ke kota lain. Bukan perpindahan yang aku anggap sebagai hal yang istimewa. Tetapi lebih pada kesempatan yang telah aku raih sampai sejauh ini. Sementara, mungkin, orang lain menganggapnya istimewa karena kota tujuan yang lebih istimewa. Atau pekerjaan baru yang lebih istimewa. Mungkin ada orang istmewa yang akan ditemuinya disana. Dan banyak alasan lain yang menjadikannya istimewa. Jadi, sebenarnya istimewa hanyalah cara kita memaknai keadaan yang ada.
Life is about learning and moving on. Itu yang senantiasa aku pegang. Aku sudah banyak mendapatkan pelajaran dari satu kota dan kota yang lain. Pelajaran yang mungkin sama, atau berbeda sama sekali. Yang paling penting, mereka bisa membuatku semakin berkembang dalam pemikiran dan bersikap.

Nah, di Batam pun demikian. Tuhan telah menuliskan garis hidupku untuk dijalani di Batam, meskipun itu tidak lama. Karena sebelum aku sampai di Batam, tidak ada terlintas di benak untuk berkarir di kota ini. Tetapi aku rasa ada rencana besar yang memang sudah Tuhan persiapkan untukku, sampai akhirnya aku di Batam.
Menyesal? Tidak sama sekali. Karena tidak ada manfaat dari penyesalan. Malah hanya akan membuang banyak energy. Bahagia? Aku tidak bisa meyakini sepenuhnya. Akan tetapi yang paling penting: Aku Mensyukurinya. Mulai dari pekerjaan, jabatan, rekan kerja, atasan, rumah singgah, teman-teman dekat, teman sharing, dan banyak teman lainnya yang sudah selayaknya aku syukuri. Mereka telah menjadi bagian dalam proses perkembangan masa depanku. Alhamdulillah, terima kasih teman……….
Future will always be mystery. Itulah indahnya hidup, karena kita tidak pernah tahu esok akan seperti apa. Coba bayangkan, jika Anda tahu segala hal setiap waktu. Apakah hidupmu akan indah? Sama halnya dengan menonton film yang sudah Anda tonton sebelumnya. Apakah Anda menikmatinya. Ya, itulah keindahan hidup. Penuh dengan misteri. Apa yang akan terjadi kemudian adalah kesempatan untuk beryukur di waktu setelahnya. Jadi, bukankah akan semakin banyak kesempatan bagi kita untuk bersyukur?
Dan karena ketidaktahuanku akan hari esok itulah, aku membekali diri dengan rasa syukur. Karena itulah bekal yang membuat hidupku menjadi indah. Selayak Anda membawa kacamata 3D ketika hendak pergi menonton film dengan efek 3D. Keindahannya akan nampak begitu jelas. Nah, apakah Anda sudah membekali diri dengan rasa syukur untuk menatap hari esok?Harapan setiap orang ketika memulai sesuatu yang baru adalah mendapatkan yang lebih baik. Tentu, aku juga berharap demikian. Namun, bukan berarti aku menilai buruk dengan yang ada sekarang. No…… bukankah tadi aku sudah bilang bahwa Life is about learning and Moving on? Tidak ada baik dan buruk selama Anda menganggapnya sebagai sebuah pelajaran. Yang dianggap baik, akan senantiasa digunakan dan dikembangkan agar dapat yang lebih baik. Dan yang dianggap buruk, akan digunakan untuk memperbaiki diri dalam perkembangan. Intinya sama-sama belajar, bukan? Jadi, kenapa sibuk dengan label-label seperti itu? Yang pasti, sudah banyak pelajaran yang didapatkan, dan bisa berkembang bersamanya. Adakah yang lain?
Ngomong-ngomong tentang harapan, pasti tak lepas dari awal-akhir dan baru-yang berhubungan erat dengan waktu. Hanya waktulah yang bisa memutuskan awal menjadi akhir, dan baru menjadi lama. Kita, sama sekali, tidak punya kuasa untuk menghentikannya. Dan satu hal yang bisa kita lakukan untuk menyikapinya adalah: memanfaatkannya.Apakah Anda pernah punya baju baru yang tersimpan lama di lemari. Mulai sejak beli, dan masih ada bandrol harganya, Anda simpan dalam lemari. Anda merasa sayang memakainya karena masih baru, dan belum ada kesempatan khusus yang mengharuskan Anda memakainya. Namun ketika tiba giliran Anda untuk waktunya, baju baru itu sudah tidak muat lagi. Sayang bukan?
Waktu memang hanya bisa dikalahkan dengan pemanfaatan. Karena waktu akan selalu berjalan maju. Tidak ada kata mundur untuk waktu. Sehingga ketika kita bisa memanfaatkan waktu, kemudian mengalahkannya. Kita akan menjadi orang yang maju. Sebuah logika yang sederhana, bukan?
Yudie Matta
25-11-10
last day@office
No comments:
Post a Comment